Assalamu'alaikum Dear Friends,
Saya ingin menulis sebuah cerita,
Ada seorang gadis cilik, yang suka sekali bermain boneka barbie. Bisa dikatakan bahwa harga boneka barbie di tahun 1990an itu sudah mahal, hingga kini. Gadis cilik itu bersyukur, bisa memiliki 3 boneka barbie asli, dan 7 boneka menyerupai boneka barbie dengan merk yang lain. Dia sangat senang dan menganggap boneka-bonekanya itu adalah benda yang paling berharga untuknya. Saat itu.
Gadis cilik itu hobi sekali bermain, mengganti dan mencopot pasang pakaian boneka-boneka miliknya. Tidak cukup dengan 10 boneka, diapun hobi sekali membeli mainan "orang-orang-an" alias boneka kertas di abang-abang depan sekolah. Orang-orangan inipun, sama halnya dengan boneka-boneka lainnya, sering sekali bergonta-ganti baju. Bukan lagi "Outfit of the day" tapi juga Outfit every minute :)
|
"Orang-orangan" zaman dulu :) |
Hobi bermain boneka itu, mix match outfit boneka lebih tepatnya, bertahan hingga kelas 3 SMP, dan saat memasuki SMA, malu akan dirinya yang merasa sudah besar dan ejekan dari kakak laki-lakinya yang bilang "ih, sudah besar masih main boneka". Akhirnya, gadis kecil itupun merelakan koleksi bonekanya untuk diberikan kepada adik sepupunya yang masih SD.
Melihat sejak kecil minat gadis itu ada pada bidang Fashion and Beauty, selepas SMA sang Ibunda, menawarkan dia untuk sekolah Make Up & Hair Do. Sayang, saat itu difikiran gadis itu, berkarir di Perbankan lebih menarik. Sehingga diapun memilih untuk meneruskan kuliah di Fakultas Ekonomi hingga menempuh Master di bidang Administrasi Bisnis.
Setelah lulus kuliah, gadis itupun berkarir di industri Perbankan hingga perusahaan asuransi milik BUMN. Kemudian, setelah 8 tahun, dirinya tersadar, industri ini bukan minatnya lagi. Perlahan, atas pertimbangan yang matang dan restu dari suami dan keluarga, diapun mulai membuat usaha dibidang yang diminatinya. Fashion Design. Tidak ada kata terlambat baginya karena hidup adalah continuous learning.
Kita tidak bisa berhenti belajar, seperti pemikiran sang gadis, yaitu pemikiran saya. He-he-he. Menjadi Fashion Designer yang sukses masih menjadi impian saya. Saat ini rasanya belum pantas jika menyebut diri saya sebagai
Fashion Designer, saya lebih nyaman untuk disebut
Fashion Entrepreneur melalui
RJ by Roswitha.
|
Bersama Ririn Rinura |
ONE FINE AFTERNOON WITH RIRIN RINURA & BLOGGER CRONY
Saya senang sekali saat diundang oleh Blogger Crony, untuk belajar tentang Fashion Design melalui presentasi singkat Kak Ririn Rinura, owner sekaligus lecturer di Rinura School of Design pada Selasa, 31 Oktober 2017, bertempat di Noble House Mega Kuningan.